Iklan
Jumat, 25 Februari 2011
METODE ILMIAH
1. Pengumpulan informasi
2. Identifikasi masalah
3. Perumusan Hipotesis
4. Eksperimen
5. Perumusan kesimpulan
Jumat, 07 Januari 2011
PENGARUH PENDINGINAN DAN PEMBEKUAN TERHADAP BAHAN PANGAN
Pertumbuhan bakteri di bawah suhu 100C akan semakin lambat dengan semakin rendahnya suhu. Pada saat air dalam bahan pangan membeku seluruhnya, maka tidak ada lagi pembelahan sel bakteri. Pada sebagian bahan pangan air tidak membeku sampai suhu –9,50C atau di bawahnya karena adanya gula, garam, asam dan senyawa terlarut lain yang dapat menurunkan titik beku air.
Lambatnya pertumbuhan mikroba pada suhu yang lebih rendah ini menjadi dasar dari proses pendinginan dan pembekuan dalam pengawetan pangan. Proses pendinginan dan pembekuan tidak mampu membunuh semua mikroba, sehingga pada saat dicairkan kembali (thawing), sel mikroba yang tahan terhadap suhu rendah akan mulai aktif kembali dan dapat menimbulkan masalah kebusukan pada bahan pangan yang bersangkutan.
Pendinginan
Pendinginan merupakan
Rabu, 24 November 2010
Kristalisasi, Rekristalisasi
1. Derajat lewat jenuh
2. Jumlah inti yang ada atau luas permukaan total dari kristal yang ada.
3. Viskositas larutan
4. Jenis dan banyaknya pengotor
5. Pergerakan antara larutan dan kristal
Kristalisasi adalah
Senin, 22 November 2010
Ekstraksi cair-cair
Sabtu, 20 November 2010
Destilasi, penyulingan
Kamis, 18 November 2010
Analisis Volumetri
Titrimetri
Zat yang akan dianalisis bereaksi dengan sat lain yang diketahui konsentrasinya dan dialirkan dari buret dalam bentuk larutan.
1.Reaksi harud berlangsung cepat
2.Reaksi berlangsung kuantitatif dan tidak ada reaksi samping
3.Kelebihan sedikit saja reagen pentiteasi harus dapat diketahui dengan suatu indikator.
Minggu, 24 Oktober 2010
Komponen-komponen elektronika
Sekarang ini listrik telah menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia sehari-hari untuk digunakan sebagai sumber tenaga, misalnya lampu, mesin listrik, telepon, alat-alat listrik, radio, dan komputer.
Pada awal abad ini pemakaian listrik dalam berbagai bidang kehidupan mulai berkembang pesat, apalagi setelah transistor ditemukan. Dengan ditemukannya transistor jalan untuk menggembangkan elektronika menjadi terbuka dan sampai sekarang teknik semikonduktor yang dipakai dalam transistor masih terus berkembang menghasilkan elektronika yang makin canggih, makin kecil dan makin murah. Inti dari semua alat elektronika adalah transistor-transistor, atau kalau sekarang sudah ada IC (Integrated circuit) yang merupakan rangkaian kompleks dengan banyak transistor dalam satu IC.
HOMOGENITAS DATA IKLIM/CUACA
Data iklim/cuaca (temperatur dan hujan) sebelum digunakan dalam analisis lebih lanjut, harus lebih dahulu diuji terdahulu homogenitasnya atau konsistensinya. Pencatatan data iklim sering mengalami penyimpangan dan kesalahan.
Senin, 19 Juli 2010
penanganan hasil pertanian
Penanganan Hasil Pertanian
- Mempertahankan bentuk segar
Menjaga agar hasil pertanian tetap segar. Yang harus dijaga adalah suhu rendah, kelembaban relative di atas 90o.
Contoh: diawetkan dalam mesin pendingin
- Mempermudah penyimpanan dan pengangkutan penggunaan
Mengubah bentuk agar lebih mudah dan lebih ringkas dalam pengepakan ataupun penyimpanan.
Contoh: Padi diubah menjadi beras
- Mengisolasi komponen tertentu
Contoh: membuat pati dari singkong/jagung, pembuatan minyak
Proses: singkong dikupas, dipotong-potong, diblender, diekstraksi
- Mengubah sifat semula menjadi sesuai kehendak konsumen
Dengan proses mekanik, fisikawi, kimiawi, bioimiawi, mikrobawi, atau kombinasinya.
Rabu, 18 November 2009
pengnganan padi pasca panen
Biji-bijian, sebagai salah satu hasil dari tanaman pangan, adalah kelompok bahan yang sangat penting sebagai sumber bahan pangan dan juga bahan pakan. Kandungan pati yang tinggi pada biji-bijian menjadi sumber energi utama, selain juga kandungan protein dan lemaknya. Beberapa bahan pangan penting yang termasuk ke dalam kelompok biji-bijian adalah padi, jagung, kedelai, dan kacang tanah. Biji-bijian dengan kandungan pati yang tinggi biasanya dikonsumsi sebagai bahan pangan pokok (seperti beras dan jagung), sedangkan biji-bijian dengan kandungan protein dan lemak yang tinggi biasanya dikonsumsi sebagai bahan pangan pelengkap (seperti kedelai dan kacang tanah).
Biji-bijian adalah bahan pangan yang mempunyai daya tahan tinggi karena tidak mudah rusak saat diangkut dan tahan lama bila disimpan dengan cara yang benar, dan sebelumnya diolah dengan cara yang benar pula. Namun demikian kegagalan dalam penggunaan teknologi pascapanen yang baik dapat menyebabkan terjadinya susut mutu dan susut bobot dalam waktu yang singkat. Sedikitnya ada tiga faktor yang dapat menimbulkan susut pada biji-bijian, baik susut mutu maupun susut bobot, yaitu faktor fisik, faktor biologis, dan faktor fisiologis. Susut yang disebabkan oleh faktor fisik dapat terjadi selama kegiatan panen, perontokan, pengeringan, dan pengangkutan. Contoh-contoh terjadinya susut pada masing-masing kegiatan antara lain:
1. Selama waktu panen, susut dapat terjadi karena ada biji-bijian yang rontok di lahan akibat cara panen yang tidak benar atau akibat penundaan waktu panen. Penundaan panen juga dapat menyebabkan keretakan pada biji-bijian sehingga akan mudah rusak pada proses pengolahannya.